Bantu Kebutuhan Hidup Lansia & Janda Dhuafa

“Anak saya pergi, gapapa saya hidup sendiri, biar tidak merepotkan mereka”

Perkenalkan, namanya mbah Siti Maesaroh ,usianya 80 tahun. Mbah Maesaroh tinggal sendiri di Mojokerto.

Seharinya Mbah Maesaroh menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bersantai di teras rumah yang begitu mewah. Iya, bagi dirinya memang begitu mewah, karena di situlah tempat ia berlindung dan menghabiskan harinya.

Tak ada penghasilan tetap, namun Mbah Maesaroh tak bersedih dan tetap mensyukuri atas nikmat Allah, nikmat berupa kesehatan dan tetangga yang baik dengannya.

Rumah yang Mbah Maesaroh tinggali sudah ringkih, bahkan beberapa bagian atas rumahnya sudah patah dan atapnya bocor. Rasa takutpun dirasakan Mbah Maesaroh ketika hujan angin datang.

Mbah Maesaroh tidak bisa membayangkan, jika rumah yang ia jadikan tempat berlindung dari dinginnya angin malam dan derasnya air hujan justru malah membahayakan nyawanya.

Perjuangan Mbah Sapeni juga tak kalah mengesankan.

Di usianya yang mulai renta, beliau tetap semangat mengajar mengaji anak-anak di desanya. Hebatnya, Mbah Sapeni melakukan itu semua secara sukarela. Ia tak meminta bayaran sepeser pun kepada setiap anak yang diajarinya mengaji. Alhasil, Mbah Sapeni kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri karena tak punya pendapatan.

Mbah Sapeni hanya ingin melihat semua anak di desanya lancar membaca Al-Quran dan menjadi pembuka jalannya menuju Surga kelak.

 

Para Lansia Dhuafa butuh uluran tangan kita. Mereka sangat ingin merasakan kebahagiaan di penghujung usianya.

Mari bantu kebutuhan hidup Lansia dan Janda Dhuafa

    Tidak ada update baru belum

27 Feb 2021

Anonim
Rp 50.225

27 Feb 2021

Anonim
Rp 50.324

26 Feb 2021

Anonim
Rp 10.239

26 Feb 2021

Anonim
Rp 10.166

26 Feb 2021

Anonim

"Sehat2 dan lancar rezeki selalu"

Rp 20.492

25 Feb 2021

Anonim
Rp 20.019

25 Feb 2021

Anonim
Rp 10.209